HISKI Raih Piagam Penghargaan pada Penutupan Pertemuan Penyair Nusantara XIII

Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) menerima penghargaan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi HISKI dalam mendorong literasi, kritik sastra, dan apresiasi sastra di Indonesia.

Penghargaan bernomor 4805/L13/BS.01.01/2025 tersebut diserahkan secara simbolis dalam acara Malam Penutupan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIII yang berlangsung pada Sabtu, 13 September 2025, pukul 18.00–22.00 WIB di kantor Badan Bahasa, Rawamangun, Jakarta Timur.

 

Dalam undangan resmi yang ditandatangani oleh Drs. Imam Budi Utomo, M.Hum., selaku Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, HISKI diundang secara khusus sebagai salah satu dari 35 komunitas sastra penerima program Fasilitasi dan Apresiasi bagi Kelompok Masyarakat Tahun 2025. Piagam ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung komunitas sastra yang aktif menjaga semangat literasi nasional.

Acara penutupan PPN XIII menjadi ruang pertemuan para penyair dari berbagai daerah di Nusantara dan memperkuat jaringan kultural dan literasi di Indonesia. Keterlibatan HISKI menunjukkan perannya sebagai jembatan antara dunia akademik dan ruang kreatif para penyair serta sastrawan.

Komitmen HISKI dalam Mengembangkan Literasi

Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., selaku Ketua Umum HISKI, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan dan penghargaan yang diterima. Menurutnya, apresiasi ini bukan hanya pengakuan, tetapi juga bentuk tanggung jawab untuk terus mendorong kajian dan apresiasi sastra di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa HISKI akan terus memperluas jangkauan program literasi ke berbagai wilayah di Indonesia.

Lebih lanjut, Prof. Novi berharap penghargaan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan pegiat sastra di seluruh penjuru negeri. Ia juga mendorong komunitas sastra lainnya agar terus berkarya, menjaga tradisi literasi, serta memperkuat identitas budaya nasional dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Selama ini, HISKI aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mendorong perkembangan sastra di Indonesia, seperti Sekolah Sastra, Tukar Tutur Sastra, dan HISKI Masuk Sekolah. Organisasi ini juga telah melahirkan beragam karya bersama, di antaranya bertema Sastra Horor, Sastra Maritim, Sastra Rempah, Sastra Pariwisata, dan yang sedang dalam proses penyelesaian seperti buku Humaniora Digital, Seratus Tahun Pramoedya Ananta Toer, dan Sastra Wayang.