Lokakarya Kolaboratif HISKI dan Perpusnas: Penilaian Hasil Saduran Karya Sastra Klasik 

Pada 4 September 2025, Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) bersama Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengadakan Lokakarya Penilaian Hasil Saduran Karya Sastra Klasik secara daring, via Zoom. Kegiatan ini melibatkan puluhan ahli—mulai dari akademisi, penyadur, ilustrator, hingga desainer grafis—serta berlangsung intensif dari pukul 09.30 hingga 17.30 WIB.

Dalam sambutannya, Ketua Umum HISKI, Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal penilaian teknis, melainkan merupakan langkah konkret dalam upaya memopulerkan kembali sastra klasik agar bisa dinikmati oleh anak-anak dan remaja Indonesia dengan bahasa dan bentuk yang lebih sesuai dengan zaman. Sementara itu, perwakilan dari Perpustakaan Nasional, Suharyanto, S.Sos., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari perayaan Hari Kunjung Perpustakaan dan bertujuan memperkuat literasi budaya melalui pendekatan yang ramah anak dan menyenangkan.

Proses penilaian dilakukan oleh 20 orang pakar dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia. Mereka masing-masing mengevaluasi dua karya saduran sesuai jenjang usia target pembaca. Berdasarkan laporan dari Koordinator Tim Penyadur, Dr. M. Yoesoef, M.Hum., tercatat bahwa tujuh dari sepuluh naskah untuk kategori PAUD dan SD kelas rendah telah selesai, sedangkan untuk SD kelas tinggi terdapat delapan naskah yang rampung. Adapun untuk jenjang SMP, seluruh naskah sudah lengkap. Hasil penilaian ini akan menjadi dasar dalam proses revisi yang dijadwalkan berlangsung antara 5 hingga 15 September 2025.

Sementara itu, Suharyanto, S.Sos., M.Hum., mewakili Kepala Perpusnas, Prof. E. Aminudin Aziz, berpesan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya Perpusnas menghadirkan literatur yang akrab dengan anak-anak sebagai “sahabat cerita” yang membangkitkan kecintaan terhadap budaya dan sastra. Momentum ini juga disambut semangat Hari Kunjung Perpustakaan yang turut menguatkan nilai literasi sejarah dan budaya

Setelah sesi lokakarya hari ini selesai, seluruh tim (penyadur, ilustrator, desainer) diarahkan menyimak kritik dan catatan pakar untuk revisi. Perjalanan revisi dijadwalkan antara 5–15 September, dilanjutkan dengan proses editing HISKI hingga 15–21 September. Target akhirnya: pada 20 September, seluruh hasil saduran sudah siap diserahkan ke Perpusnas. Tahap terakhir adalah uji keterbacaan, dirancang rampung akhir bulan ini.

Sebanyak 20 ahli dari berbagai universitas menyampaikan hasil penilaian mereka melalui presentasi berdurasi 5–10 menit, lalu membuka diskusi untuk mendalami masukan. Moderator Sudartomo Macaryus, M.Hum. memimpin rapat untuk menjaga agar sesi berjalan terstruktur, cepat tanggap, dan produktif.

Kegiatan ini dihadiri oleh 68 peserta, termasuk penyadur, pakar pembaca, ilustrator, dan desainer grafis. Nama-nama yang turut serta antara lain Prof. Riris K. Toha Sarumpaet, Prof. Manneke Budiman, Prof. Dr. Kundharu Saddhono, Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, dan sejumlah doktor serta akademisi muda lainnya.

Dengan semangat gotong royong dan komitmen terhadap sastra, Prof. Novi mengajak semua pihak untuk melanjutkan sinergi ini agar karya saduran bisa menginspirasi pembaca lintas generasi.