Penulis:
Tengsoe Tjahjono, Fadli Zon, Ganjar Harimansyah, Sri Teddy Rusdy, Yoseph Yapi Taum, A. Rahman Rahim, Arifuddin, M. Agus, Akhmad Haryono, Bambang Wibisono, Akhmad Sofyan, Erna Cahyawati, Ali Imron Al-Ma’ruf, Anas Ahmadi, Andi Sukri Syamsuri, Ariesa Pandanwangi, Bani Sudardi, Darmoko, Diah Ariani Arimbi, Djoko Saryono, Esti Ismawati, Kun Andyan Anindita, Farida Nugrahani, Faruk, Hanif Nurcholis, I Made Suyasa, I Nyoman Darma Putra, I Nyoman Suaka, Isah Cahyani, Halimah, Suci Sundusiah, Siti Arina Hasanah, Juanda, Kundharu Saddhono, Maman Suryaman, Mohd. Harun, Nurrahmah, Muhammad Rohmadi, Muliadi, Kasma F.Amin, Sitti Rahmawati, Mundi Rahayu, Novi Anoegrajekti, Nurhayati Syair, Wati Istanti, Magdalena Baga, Endah Imawati, Nugraheni Eko Wardani, Nurhayati, Fikri, Raka Gunaika, Muhammad Zakiul Fikri, Pratiwi Retnaningdyah, Pujiharto, R. Kunjana Rahardi, Razali, Lina Sundana, Rosida Tiurma Manurung, Rusma Noortyani, Aulia Novitasari, Adhwa Ramadhina, Sahid Teguh Widodo, Sarwit Sarwono, Didi Yulistio, Andriadi, Silvia Rosa, Sri Harti Widyastuti, Sri Rochana Widyastutieningrum, Sugiarti, Suminto A. Sayuti, Surastina, Effrina Yuricki, Suroso, Wan Syaifuddin, Wigati Yektiningtyas, Desca Angelianawati, Ina V. Samosir Lefaan, Adelce Ferdinandus, Yulia Nasrul Latifi, Yulianeta, Yundi Fitrah, Yusro Edy Nugroho
Sinopsis:
Buku Taufiq Ismail: Suara Nurani Benteng Bangsa merupakan karya bersama para profesor, doktor, dan magister Indonesia yang berkarya di perguruan tinggi dan atau lembaga riset dari Aceh sampai Papua. Puisi yang memiliki kaidah estetis yang ketat dimanfaatkannya untuk mencatat berbagai peristiwa sejarah, tragedi kemanusiaan, nilai keimanan, dan semangat perjuangan. Zaman penjajahan dan zaman kemerdekaan yang dihidupinya menjadi sumber inspirasi karyanya. Banyak karyanya telah diterjemahkan ke dalam belasan bahasa di dunia. Hal itu menjadi salah satu bukti kesetiaan, kejujuran, dan kebesaran karya-karya puisinya. Sastra memang bukan buku sejarah yang cenderung lebih mengutamakan aspek kognitif. Ia berpotensi menyampaikan peristiwa sejarah dengan mengutamakan dimensi afektif yang dikemas dengan kaidah-kaidah estetis. Berbagai kajian dengan beragam perspektif teori dan metode tersaji dalam buku yang mengajak pembaca menyelami kekuatan, keindahan, dan pengaruh Taufiq Ismail dalam sejarah kehidupan sastra di Indonesia.