Penulis:
Djoko Saryono, I Nyoman Darma Putra, Ali Imron Al-Ma’ruf, Wiyatmi, Setya Yuwana Sudikan, Muhammad Bahruddin, Aprinus Salam, Dipa Nugraha, Sudibyo, Mohd. Harun, Farida Nugrahani, Sri Harti Widyastuti, Wan Syaifuddin, Pujiharto, Faruk, Diah Ariani Arimbi, Ratun Untoro, Bani Sudardi, Nurhayati, Achmad Sultoni, Mukti Widayati, R. Adi Deswijaya, Imron Wakhid Harits, Nanik Herawati, Gabriel Fajar Sasmita Aji, Sri Musdikawati, Afendy Widayat, Surastina, Effrina Yuricki, Muliadi, Kasma F. Amin, Rahadjeng Pulungsari, Achmad Muchamad Kamil, Heppy Leunard Lelapary, Agnes Setyowati Hariningsih, Pratiwi Retnaningdyah, Nailiya Nikmah, Dharma Satrya HD, Riyana Rizki Yuliatin, Linda Ayu Darmurtika, Yulia Nasrul Latifi, Ari J. Adipurwawidjana, Razali, Lina Sundana, Zainuddin Soga, Rithon Igisani, Ahmad Supena, Mohammad Kanzunnudin, Nina Queena Hadi Putri, Kasno Atmo Sukarto, I Wayan Artika, Aleda Mawene, Fachria Yamin Marasabessy, Eta Farmacelia Nurulhady, Raisah, Falentinus Bata
Sinopsis:
Buku Tabur Ilmu Tuai Buku merupakan buku karya bersama yang ditulis para akademisi HISKI dari seluruh Indonesia. Empat tema menjadi perhatian dari para penulis. Pertama, teori yang menjadi fokus kajian disertasi para penulis yang merepresentasikan kepakaran masing-masing penulis. Kedua, praktik baik dalam melakukan pengembangan penelitian dan kajian yang merepresentasikan kebaruan metode dan hasil-hasil yang aktual. Ketiga, keberagaman publikasi dan yang dihasilkan dalam format buku, artikel, dan karya bersama yang merepresentasikan peminatan dalam bidang akademik dan layak menjadi sumber rujukan selanjutnya. Keempat, riset dan kajian berbasis kewilayahan yang memperkaya pemahaman budaya lintas wilayah dan etnis yang ada di Indonesia. Hal tersebut berpotensi menjadi sumber inspirasi bagi riset dan kajian lanjutan berbasis kelokalan. Buku ini berpotensi sebagai referensi kalangan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan pemerhati sastra modern, klasik, nasional, lokal, dan terjemahan yang ada di Indonesia.