
Memperkuat literasi sastra yang berakar pada kearifan lokal, Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Sukabumi menyelenggarakan Lokakarya Penulisan Kreatif dan Apresiasi Sastra dengan fokus pada puisi dan cerpen berbasis nilai-nilai lokal, Kegiatan ini berlangsung secara hybrid—tatap muka di aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), dan daring melalui kanal YouTube Tribun Network. Tiga pemateri dihadirkan: Dr. Ibnu Wahyudi, M.A., Dr. Barkah, M.Pd., dan Dhena Maysar Aslam, M.Hum. Lokakarya ini mendapat dukungan pembiayaan dari Badan Bahasa melalui program fasilitasi komunitas sastra tahun 2025.
Ketua HISKI Komisariat Sukabumi, Dr. Librilianti Kurnia Yuki, M.Pd., membuka rangkaian kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa lokakarya ini merupakan bagian dari komitmen HISKI dalam mengembangkan literasi sastra yang tidak hanya estetis, tetapi juga mencerminkan realitas sosial dan budaya masyarakat.
“Kami ingin mendorong karya sastra yang tidak hanya indah dalam bentuk, tapi juga kuat dalam substansi dan relevan dengan konteks lokal,” ujar Librilianti. Ia juga menyampaikan bahwa lokakarya ini terselenggara atas kerja sama HISKI Pusat dan komunitas sastra lokal di Sukabumi. Peserta yang hadir berjumlah sekitar 60 orang, terdiri dari dosen, guru, mahasiswa, siswa, serta pegiat budaya dan sastra.
“Harapannya, kegiatan ini dapat mengasah keterampilan menulis yang berpijak pada pengalaman lokal sekaligus memperkuat budaya apresiasi sastra yang lebih inklusif,” tambahnya. Beberapa keluaran yang ditargetkan dari lokakarya ini antara lain: buku antologi sastra ber-ISBN, artikel dokumentasi kegiatan, sertifikat HAKI untuk karya-karya peserta, serta dokumentasi audiovisual.

Ketua Umum HISKI, Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., menyampaikan bahwa HISKI sebagai organisasi profesional yang telah berdiri sejak 1984 memiliki tiga misi utama: membina kreativitas anggotanya, menyebarkan hasil kegiatan untuk kemajuan pendidikan dan budaya, serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap sastra.
“Acara ini merupakan bentuk nyata dari misi HISKI, terutama dalam hal meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap sastra,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa karya-karya dari lokakarya ini nantinya akan dipublikasikan dalam bentuk buku oleh Penerbit Kanisius, Yogyakarta, dan juga akan diunggah ke laman Badan Bahasa agar bisa diakses publik secara luas. Novi juga menekankan pentingnya membangun solidaritas lintas daerah dan etnis melalui media sastra. Dalam konteks ini, kolaborasi antara komunitas sastra Sukabumi dan Flores menjadi contoh nyata dari kohesi horizontal yang mendukung semangat kebhinekaan.

Wakil Rektor I UMMI, Dr. Asep Muhamad Ramdan, S.E., M.M., turut memberikan sambutan dan membuka acara secara resmi mewakili rektor. Ia menyampaikan bahwa UMMI mendukung penuh kegiatan ini karena sejalan dengan misi kampus untuk membentuk generasi yang kreatif dan berbudaya.
“Sastra mencerminkan kondisi sosial masyarakat dan menjadi alat perubahan. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap literasi sastra lokal dapat berkembang secara berkelanjutan,” tegasnya.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya utama yang dipandu oleh moderator dari HISKI Pusat, Sudartomo Macaryus, M.Hum. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Ibnu Wahyudi dengan tema “Penulisan Kreatif dan Apresiasi Sastra Berbasis Kelokalan”. Selanjutnya, Dhena Maysar Aslam membawakan materi “Kearifan Lokal dalam Puisi”, dan ditutup dengan paparan Dr. Barkah tentang “Cerita Pendek Berbasis Nilai Lokal”.
Sesi berlangsung interaktif dengan diskusi, pembacaan karya dari peserta, dan tanggapan langsung dari para narasumber. Peserta tampak antusias membacakan karya puisi dan cerpen hasil dari proses lokakarya yang kemudian mendapatkan apresiasi dan masukan dari pemateri.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, HISKI Komisariat Sukabumi, HISKI Pusat, dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Melalui acara ini, HISKI berupaya menumbuhkan semangat menulis dan apresiasi sastra yang berbasis lokalitas kepada akademisi, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat umum.
Dengan semangat kolaboratif dan visi jangka panjang, lokakarya ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi penguatan ekosistem sastra yang berpihak pada identitas budaya lokal.
