Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) resmi menggelar Konferensi Internasional Kesusastraan (KIK) ke-34 di Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur, Jumat 10 Oktober 2025. Acara bergengsi ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan sastrawan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara dengan mengusung tema “Sastra dan Aktivisme Sosial.”

Dalam sambutannya, Ketua Umum HISKI, Prof. Dr. Novi Anoegerajekti, M.Hum, menekankan bahwa sastra bukan sekadar ekspresi estetika, melainkan juga ruang refleksi dan inspirasi perubahan sosial.

“Kerja sama dan kolaborasi tampaknya menjadi kata kunci yang dapat menghasilkan karya-karya besar,” ujar Prof. Novi, seraya menegaskan pentingnya memperluas jejaring HISKI di ranah lokal, nasional, hingga internasional.

Ia juga mengutip pemikiran Herbert Marcuse, yang menyebutkan bahwa seni memang tidak secara langsung menciptakan perubahan sosial, namun mampu menumbuhkan kesadaran dan mendorong manusia untuk bergerak mewujudkannya.

Menurut Prof. Novi, karya sastra memiliki kekuatan untuk membangkitkan empati dan kesadaran kritis pembaca terhadap berbagai persoalan — mulai dari isu kemanusiaan, pendidikan, politik, sosial, ekonomi, hingga lingkungan hidup.

“Sastra berpotensi menginspirasi dan menumbuhkan kesadaran terhadap fenomena sosial. Inilah semangat dasar HISKI tahun ini,” tegasnya.

Tahun 2025 menjadi tahun istimewa bagi HISKI yang akan menandai usia ke-41 pada 17 November 2025. Momentum ini juga diresmikan sebagai “Tahun Buku HISKI”, simbol komitmen organisasi untuk meningkatkan produktivitas literasi dan kolaborasi antaranggota.

Dalam forum KIK ke-34 ini, Penandatanganan Kerjasama HISKI dengan 5 pihak terselenggakan. HISKI juga turut meluncurkan sejumlah karya penting, antara lain:

– Humaniora Digital (2025) — ditulis bersama oleh 42 profesor,
– Jejak Tutur di Punggung Aksara,
– Seratus Tahun Pramoedya Ananta Toer,
– Sastra Wayang, dan
– Tabur Ilmu Tuai Buku.

Prof. Novi juga menggaris bawahi pentingnya semangat kolegialitas dan kerja kolaboratif di antara para anggota HISKI untuk terus melahirkan karya bermakna. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Prof. Pratiwi selaku Ketua Panitia KIK ke-34, serta seluruh peserta yang hadir baik secara luring maupun daring.