Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) mengadakan Rapat Koordinasi antara Pengurus Pusat dan para Ketua HISKI Komisariat se-Indonesia pada Jumat, 15 Agustus 2025. Pertemuan ini dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan berfokus pada pembahasan berbagai agenda organisasi baik di tingkat pusat maupun komisariat.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum HISKI, Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., bersama jajaran pengurus pusat periode 2023–2027 serta para ketua komisariat. Tercatat sebanyak 78 orang pengurus hadir dalam forum ini. Jalannya rapat dipandu oleh Sekjen 2 HISKI, Dr. Ferry Kurniawan, M.Pd.

Mengawali sesi, Prof. Novi Anoegrajekti menyampaikan sejumlah informasi pokok, antara lain: (1) pembagian peran koordinasi antara HISKI Pusat dan Komisariat, (2) pelantikan serentak 15 Ketua dan pengurus komisariat baru pada 16 Agustus 2025, (3) Anugerah Sastra untuk Komisariat, (4) perkembangan Penerbit HISKI, (5) agenda Kongres Ilmiah Kebahasaan (KIK) ke-34 dan persiapan Rakornas, (6) masa kepengurusan komisariat, (7) perkembangan jurnal Susastra, serta (8) informasi terbaru mengenai HISKI.

“Pembagian tugas koordinasi ini dimaksudkan agar komunikasi dengan komisariat menjadi lebih lancar, sehingga berbagai persoalan bisa segera diatasi,” ujar Anoegrajekti.

Dalam agenda pelantikan, Prof. Dr. Mohd. Harun, M.Pd. selaku Wakil Ketua 1 dijadwalkan mengambil peran. Sebelumnya, pada 10 Agustus 2024 ia telah melantik 17 ketua dan pengurus komisariat secara serentak. Tahun ini, tepat pada 16 Agustus 2025, giliran 15 komisariat dilantik bersama, dengan satu di antaranya—HISKI Komisariat Kalimantan Tengah—dilaksanakan secara luring karena berbarengan dengan workshop penulisan kreatif berbasis tradisi lisan dan manuskrip (11–12 Juni 2025).

Selain itu, Ketua Umum juga menginformasikan bahwa Penerbit HISKI kini tengah berproses sebagai sarana yang mempermudah anggota menerbitkan karya. Sementara itu, Rakornas nanti akan mengangkat isu pembentukan konsorsium riset, yang diharapkan mampu membuka peluang penelitian kolaboratif lintas lembaga dan daerah, terutama bagi anggota yang berkecimpung di dunia akademik.

Usai penyampaian informasi, forum dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Beberapa ketua komisariat menyampaikan masukan dan kendala di wilayahnya, seperti Prof. Wan Syaifudin (Sumatera Utara) yang menekankan pentingnya penguatan identitas HISKI sebagai organisasi profesi sastra, sekaligus mengusulkan adanya mekanisme pendaftaran anggota baru yang lebih praktis. Pendapat lain juga datang dari Dr. Ernalida (Sumatera Selatan), Heppy Leonard Lelapary (Maluku), Dr. Librilianti Kurnia Yuki (Sukabumi), Dr. Dewi Meyrasywati (Surabaya), Suseno, M.A. (Unnes), Dr. Fitri Amilia (Jember), serta As’ad Sattari (Sulawesi Barat).

Selain Ketua Umum, beberapa pengurus pusat turut memberikan tanggapan atas isu-isu yang diangkat, yakni Prof. Mohd. Harun, Prof. Anwar Efendi, Dr. Yeni Artanti, dan Dr. Ferry Kurniawan.

Menutup pertemuan, moderator menyampaikan apresiasi atas partisipasi yang dinilai paling lengkap dibandingkan rapat sebelumnya. Rekaman jalannya koordinasi juga akan dibagikan melalui grup WhatsApp sebagai bahan dokumentasi.