Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) menggelar edisi terbaru Sekolah Sastra dengan bahasan “Possible World dalam Kajian Sastra”. Sesi ini berlangsung pada Sabtu (09/08) secara daring via Zoom, sekaligus disiarkan langsung di YouTube HISKI Pusat dan Tribun Network.

Dr. Pujiharto, M.Hum. dari Universitas Gadjah Mada yang juga Wasekjen I HISKI Pusat menjadi narasumber utama, didampingi moderator Dr. Endah Imawati, M.Pd. dari Tribun Network. Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Prof. Dr. Nuriadi, M.Hum., mewakili Bidang Publikasi, Dokumentasi, dan Informasi HISKI Pusat.

Dalam sambutannya, Nuriadi menyebut Sekolah Sastra sebagai wadah pertemuan ilmiah rutin HISKI untuk memperluas pengetahuan dan menambah sudut pandang baru dalam memahami karya sastra. Ia menegaskan, topik possible world yang dibahas kali ini memiliki cakupan lintas disiplin—mulai dari filsafat dan logika hingga kajian naratologi—dan dapat membantu pembaca melihat karya sastra sebagai pintu menuju beragam realitas imajiner yang dibangun pengarang.

Sesi materi dibuka dengan penjelasan Pujiharto mengenai sejarah masuknya teori possible world ke dalam studi sastra pada 1970-an. Teori ini menawarkan pandangan baru tentang fiksi, memisahkan konsep kebenaran dan referensi dalam dunia cerita. Mengutip filsuf David Lewis, ia menegaskan bahwa dunia nyata hanyalah salah satu dari banyak dunia yang mungkin, dan sifat “aktual” bergantung pada sudut pandang dari mana kita berbicara.

Menurutnya, dalam kerangka ini, karya sastra menciptakan story world—sebuah gambaran mental yang membantu pembaca memahami peristiwa, tokoh, dan situasi yang tersurat maupun tersirat dalam teks. Ia juga memaparkan contoh penerapan teori ini pada novel The French Lieutenant’s Woman, film Babel dan Cloud Atlas, serta cerpen “Sepotong Senja untuk Pacarku” karya Seno Gumira Ajidarma.

“Pendekatan ini memudahkan kita membedakan pernyataan yang benar atau salah dalam dunia fiksi, sekaligus melihat hubungan logis antar-dunia cerita,” jelasnya.

Diskusi interaktif menutup acara yang diikuti oleh 156 peserta melalui Zoom dan disaksikan ratusan kali di YouTube HISKI serta Tribun Network.

Sebagai catatan, Sekolah Sastra adalah program rutin HISKI Pusat yang diselenggarakan dua bulan sekali bergantian dengan Tukar Tutur Sastra, di bawah koordinasi Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., sebagai upaya meningkatkan kompetensi anggota dan memperluas jejaring akademisi sastra di Indonesia.