Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) baru saja menggelar kegiatan Tukar Tutur Sastra edisi ke-16 pada Sabtu, 19 Juli 2025. Diskusi yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting serta disiarkan langsung di kanal YouTube HISKI dan Tribun Network ini dimulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Dr. Endah Imawati, M.Pd., bertugas sebagai moderator dalam acara tersebut, yang menghadirkan tiga narasumber utama: Suseno, M.A. (Universitas Negeri Semarang), Neisya, M.A. (Universitas Bina Darma Palembang), dan Syukrina Rahmawati, M.Hum. (Universitas Mataram).

Narasumber & Pewara Tukar Tutur Sastra #16
Narasumber & Pewara Tukar Tutur Sastra #16

Dr. Pujiharto, M.Hum., selaku Wakil Sekretaris Jenderal 1 HISKI Pusat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Tukar Tutur Sastra merupakan bagian dari upaya HISKI untuk terus menghadirkan ruang kajian sastra yang responsif terhadap isu-isu terkini, baik dari sisi akademik maupun praktik sastra di lapangan.

Presentasi Suseno, M.A. (Universitas Negeri Semarang)
Presentasi Suseno, M.A. (Universitas Negeri Semarang)

Sesi pertama diisi oleh Suseno dengan topik tentang adaptasi karya sastra Indonesia ke dalam medium film. Ia menjelaskan bahwa adaptasi bukan sekadar menyalin cerita, tetapi melibatkan proses kreatif yang kompleks, dengan mempertimbangkan kekuatan dan keterbatasan masing-masing medium. Suseno menekankan pentingnya memahami bahwa film hasil adaptasi adalah produk mandiri yang tidak semata-mata diukur dari kesetiaan pada teks asli, melainkan bagaimana mampu menghadirkan pengalaman estetis baru kepada penonton.

Presentasi Neisya, M.A. (Universitas Bina Darma Palembang)
Presentasi Neisya, M.A. (Universitas Bina Darma Palembang)

Neisya, narasumber kedua, mengangkat bahasan mengenai mitos lokal Palembang, yaitu cerita rakyat Antu Banyu. Ia mengulas bagaimana mitos tersebut bukan hanya menjadi kisah horor, tetapi berfungsi sebagai bagian penting dalam pewarisan nilai, membentuk kesadaran sosial masyarakat, serta menjadi identitas kultural yang diwariskan lintas generasi. Menurutnya, cerita-cerita rakyat seperti Antu Banyu merupakan simbol dari ingatan kolektif dan ikatan sosial masyarakat Palembang.

Presentasi Syukrina Rahmawati, M.Hum. (Universitas Mataram)
Presentasi Syukrina Rahmawati, M.Hum. (Universitas Mataram)

Sesi terakhir diisi oleh Syukrina Rahmawati yang memaparkan bagaimana ekosistem sastra telah mengalami perubahan signifikan di era digital. Ia menjelaskan bahwa kemunculan platform digital memungkinkan karya sastra berkembang di luar jalur penerbitan konvensional. Dalam ekosistem baru ini, popularitas sebuah karya seringkali diukur dari jumlah pembaca dan interaksi di media sosial. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas karya meski berada dalam tekanan algoritma platform digital.

Peserta Tukar Tutur Sastra #16
Peserta Tukar Tutur Sastra #16

Diskusi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber. Total sebanyak 138 peserta mengikuti webinar secara langsung, sementara siaran ulang di YouTube telah ditonton sebanyak 350 kali.

Sebagai tambahan, acara ini menjadi bagian dari agenda rutin HISKI Pusat di bawah koordinasi Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum. Tukar Tutur Sastra yang sebelumnya berlangsung setiap bulan di tahun 2024, kini digelar dua bulan sekali sepanjang 2025. Melalui kegiatan ini, HISKI terus memperkuat perannya dalam membangun ruang dialog kesusastraan yang adaptif terhadap perkembangan zaman namun tetap berpijak pada nilai-nilai budaya lokal. (RK)